Pages

Ads 468x60px

Wednesday, December 22, 2010

Mancing Di Teluk Lampung


Sudah 4 bulan gak pernah mancing lagi, terakhir pas masih sibuk di salah satu proyek panjang yang menyita banyak waktu. akhirnya kerinduan akan sensasi strike ketika mendapat ikan terbayarkan.

ini pengalaman pertama saya mancing di pulau, biasanya mancing saya lakukan di kolam ataupun sungai. lokasi pemancingan cukup jauh, sekitar 3 jam dari kota Bandar lampung. kata teman saya tempat ini namanya Mahitam.

Pagi pagi sekitar pukul 04.00 WIB dengan sepeda motor perjalanan dimulai. diawali dengan membeli umpan pancing berupa cumi cumi di salah satu Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di pinggir kota Bandarlampung. cumi yang didapat hanya sedikit, kecil kecil dan kurang segar.

pukul 05.40 WIB kami tiba di Pelabuhan Ketapang, dengan menyewa perahu nelayan, perjalanan di lanjutkan menuju Pulau Mahitam. kurang lebih 30 menit kami pun tiba.


Perjalanan ke pulau (teman teman saya)

Perahu menepi di Pulau Mahitam yang berada di teluk lampung, pulau ini hanya di huni oleh petugas jaga, karena di sini terdapat dua buah mercusuar yang difungsikan pada malam hari. pemandangan dari sini cukup bagus, kita masih bisa melihat kota Bandarlampung, keindahan Gunung Rajabasa, dan Gunung Anak Krakatau. Air disini sangat jernih, dengan ombak yang tenang sehingga banyak petani kerambah yang membudidayakan ikan kerapu dan ikan ikan budidaya lainnya.


Mercusuar Pulau Mahitam (lebih mirip BTS)

Umpan pertama di lepas dengan menggunakan Joran kecil yang mampu mengangkat beban maksimal 4 Kg, karena memang belum berpengalaman mancing di laut saya mengalami kesulitan, ketika ikan menyambar umpan saya, kail dibawa ke dasar hingga menyentu permukaan karang, alhasil kail tersangkut dan kejadian ini berulang beberapa kali.

Strike pertama..
salah satu kail teman saya disentuh ikan, dan seekor kerapu macan diangkat dari habitatnya. jika dilihat dari tarikannya, saya menduga ikan ini lumayan besar.. ternyata saya salah, ikan kerapu yang didapat tak lebih dari 10cm. Hahahaha...

Double strike..
Langit mendung berawan sapanjang siang, air pasang tak kunjung surut, namun strike tak henti samapi disitu saja, sekitar pukul 08.00 WIB doble strike.. dua joran diangkat kembali, dan kali ini lumayan, ikan yang di dapat sedikit lebih besar.

jam menunjukkan pukul 09.00 Wib. ikan sepertinya kelaparan, kami tak henti henti mendapat sambaran ikan. sekitar 15 ekor ikan dinaikkan. dan untung saja saya juga merasakan sensasi itu (akhirnya.. hahahaha...)

hari itu kondisi badan saya kurang fit, karena beberapa hari sebelumnya saya baru saja pulang dari Kota Bandung yang selalu hujan.

air laut yang jernih menggoda saya untuk menikmati keindahan bawah laut, dan saya pun mencoba snorkeling. karena memang badan sedang tidak fit, saya hanya menikmati air laut kurang lebih 30 menit saja.


peralatan mancing dan snorkeling

setelah badan cukup kering, saya berburu foto disekitar pulau.. sayang sekali langit tidak cerah, mendung berawan dan kadang hujan menemani acara kami saat itu.

Pukul 11.00.. hari sudah mulai siang, saatnya memasak hasil mancing untuk makan. oh iya, sebelum berangkat kami memang sudah menyiapkan peralatan masak seperti wajan, panci bumbu masakan, dll. walaupun laki laki semua, masakan kami sangat enak.. entah karena lapar, atau memang masakannya sangat lezat. jangan ditanya soal bentuk yang menggugah, melihatnya saja aneh.. hahahaha.. tapi ketika masakan tadi masuk ke mulut dan menelusuri lambung yang "dangdutan" kenikmatan masakan hasil tangkapan sangat terasa. benar kata pepatah "jangan menilai sesuatu dari bentuk fisiknya".


bumbu masakan

masak ala koki restoran


makaaaan

setelah makan siang, acara bebas.. ada yang mancing, ada yang tidur, dan ada yang berburu foto (ini bagian saya.. hahaha..).

Jepret iseng, bunga ini banyak sekali dipulau

jam 15.30 Wib, perahu nelayan tadi akan menjemput sekitar pukul 16.00 wib. dan sebelum meninggalkan pulau, kami melakukan ritual wajib, yaitu kerja bakti ngumpulin sampah, daun daun untuk kemudian di bakar. setidaknya untuk meminimalkan sampah sampah yang ada disekitar pulau khususnya spot pemancingan.

saudah lewat pukul 17.00 wib, perahu tak kunjung datang, kami pun ngobrol ngobrol dengan seorang bapak penjaga pulau. sambil berbagi pengalaman mancing dengannya. dan tak lama kemudian perahu pun datang.

hampir pukul 18.00 wib, perahu merapat kembali dipulau Sumatera, muncul ide untuk mengunjungi sungai air panas yang berjarak sekitar 15 menit perjalanan dari tempat berlabuh. benar saja, ini adalah sebuah sungai kecil dengan air yang panas (gak tau berapa derajat, yang jelas kaki saya hanya bertahan 1 detik ketika direndam) dan asin. dari jauh sungai ini nampak hijau, karena hanya lumut yang mampu bertahan hidup didalamnya.

setelah puas dengan sungai air panas, kami pun pulang.

Tips

1. Umpan pancing berupa cumi, lebih mudah dicari ketika malam bulan purnama (kata nelayan sekitar).

2. Jika ingin mancing di laut, perhatikan laporan ketinggian gelombang, akan sangat berbahaya jika gelombang sedang tinggi.

3. beli kail yang banyak, karena ikan sering membawa kail masuk ke karang. alhasil, nyangkut deh..

4. sinyal HP yang saat itu ada adalah Telkomsel.

5. jika menyeberang ke pulau, dan dijemput perahu sore harinya, ada baiknya meminta nomor pemilik perahu yang dapat dihubungi.

6. Jagalah kebersihan. minimal untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tidak mencemari lingkungan dan merusak ekosistem.

7. Stop Vandalisme, saya cukup risih melihat banyak corat coret di batu batu karang dan sekitar mercusuar.

Biaya biaya*
Perahu (antar jemput) IDR 80.000 hingga IDR 100.000.

*bisa berubah sewaktu waktu, tergantung nego dan harga bbm.

Just for share.. "Dapet ikannya?", "dapet Ma.. tapi kecil kecil.."


Monday, December 13, 2010

Ke Bandung ah..

Libur 4 hari berturut2 tanggal 4 - 7 Desember kemarin iseng2 jalan ke Bandung. sekalian ketemu kawan kawan SMA dulu, adem banget tuh kota walaupun sudah agak panas sekarang ini.. dengan perlengkapan biasa, tas ransel, kamera SLR, HP dengan GPS, 2 ATM yang siap siaga kapan saja. hahahaha..

Dari Lampung saya naik travel ke Pelabuhan Bakauheni.. kenapa travel? karena jalan menuju bakauheni putus (pada saat itu) akibat longsor, dan mobil bus atau kendaraan yang memiliki roda lebih dari 4 dialihkan melalui jalur alternatif sehingga menambah waktu tempuh 3 - 4 jam jadi total waktu tempuh antara 5-7 jam (tergantung kepadatan lalu lintas) sedangkan saya harus tiba di Bandung sebelum jam 8 malam.


Jalur menuju Bakauheni (foto diambil temen ane David Carmel Siagian dari mobil travel menggunakan kamera handphone)

sesampainya di pelabuhan, saya nyeberang ke merak menggunakan kapal ferry.. ombak cukup stabil. Setelah sholat Jum'at, saya meneruskan perjalanan dari merak menggunakan Bus ****** yang kata temen saya lama banget... bener deh, dari merak ke Bandung 8 jam. ajiiiib..

Pukul 21.40 saya akhirnya tiba di Terminal Leuwipanjang. disambut dengan hujan deras..

Hari pertama,
Sabtu pagi, tempat pertama yang saya kunjungi di Bandung adalah Lembang, dengan modal nekat aja, saya dan teman saya (yang bukan orang Bandung juga) iseng2 ke Taman Wisata Alam Kawah Tangguban Perahu. awalnya naik angkot dari Stasiun Hall tujuan Lembang, mobil warna krem dengan jenis L300 dengan kabin penumpang saling berhadapan. di tengah perjalanan, ada angkot (saya lupa rutenya) berwarna kuning.. "kawah kawah.. " kata sopirnya. dan saya turun, lalu naik angkot kuning tersebut.

Tarif perorang (plus tiket masuk tempat wisata) angkot kuning tersebut 40ribu.. buseeet.. saya dan temen saya cuma bengong saja. akhirnya nego dengan abang sopir, kami pun "nyewa" mobil angkot tadi. Harganya rahasia deh.. kemahalan.

Kawah Tangkuban Perahu


Penjual Angklung (suaranya merdu banget)

ke Tangkuban Perahu gak seru kalo nggak ke kawah Domas, kami pun turun dari Kawah Putri menuju kawah domas, melalui jalur pendakian 1.3 KM (2,6 KM naik - turun) jalan kaki dengan jalur curam (yang ini jangan ditiru kalo gak pernah mendaki gunung). Kawah Domas adalah sumber mata air panas di kaki gunung Tangkuban Perahu, dan menjadi sumber mata air panas Ciater, dikawah ini kita bisa merebus telur sampai matang, yang lupa bawa telur, disana disediakan telur dengan harga Rp. 2.500 per butir. sepanjang perjalanan turun - naik gunung kita disuguhi pemandangan hutan pegunungan dengan tumbuhan lumut yang indah.


Lumut sepanjang jalur


Kawah Domas


Foto fotonya banyak, tapi nanti deh ditambahin.... (kalo sempat).

kira kira pukul 15.00 WIB kami memutuskan pulang, tapi di perjalanan ada ide untuk mampir sebentar di Obsevatorium Boscha yang juga berada di Lembang. Oh iya, jika mengunjungi tempat ini, kita harus membawa surat izin dari instansi baik itu sekolah, universitas atau kantor. dengan mendaftar terlebih dahulu tentunya. jika tidak, kita hanya bisa menikmati observatorium ini dari luar.

Observatorium Boscha


Bunga apa namanya di dekat Obsevatorium

Hari Kedua,
Minggu.. terdiri dari empat orang dan tujuan kali ini adalah Ciwidey dengan kawah putihnya.. dari depan Univesitas Padjadjaran, kami berempat naik Bus ke Leuwipanjang, kemudian nyambung (lagi lagi) mobil angkot warna kuning. (lagi lagi) sial, kami harus membayar mahal.
di Kawah Putih, kami disambut hujan deras. SLR saya lembab berembun, dan foto foto hasilnya agak kabur.

Kawah Putih

Hari Ketiga,
Senin, dan kemana? tangkuban perahu lagi ternyata hahahaha..

Hari Keempat,
Selasa pagi diawali dengan jalan kaki dari stasiun hall ke gedung sate, dengan keliling dulu sebelumnya.. di perjalanan kami bertemu dengan pawai peringatan Tahun Baru Hijiriah.

Pawai Tahun Baru Hijiriah 1432 H

oh iya, Gedung sate adalah gedung pemerintahan tingkat satu Provinsi Jawa Barat. disebut gedung sate karena gedung ini terdapat antena yang lebih mirip sate di bagian atas gedung. konon fungsinya sebagai penangkal petir. seperti halnya Monas, Jembatan Ampera, dan Mesjid Raya.. Gedung Sate adalah icon Jawa Barat. ke Bandung gak liat gedung ini kayak gak ke Bandung.


Gedung Sate

Di dekat gedung sate terdapat Musium geologi.. musium ini buka setiap hari kecuali Jum'at dan hari Libur nasional. hari Minggu buka seperti biasa. saya tidak bisa masuk, karena hari Selasa bertepatan dengan hari libur tahun Baru Hijiriah.

Musium Geologi

Dari gedung Sate dan Musium geologi, jalan kaki dilanjutkan ke Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. monumen ini terletak persis di depan UnPad Jl. Dipati Ukur. hari minggu, monumen ini ramai oleh masyarakat sekitar yang berolahraga, kumpul kumpul, kegiatan kemahasiswaan, dan jual beli. disini dapat kita temui delman yang siap mengantar kita keliling. saya nggak naik delman, jadi tidak tau berapa tarifnya.

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Jam tepat pukul 10.30 WIB, kami pulang dengan menumpang angkutan umum. siang sampai sore hari hanya menghabiskan waktu di Gramedia dan Bandung Elektronik Center. kebetulan saya sedang mencari Novel untuk dibaca di perjalanan pulang malam harinya dan mencari ear phone untuk mendengar musik.

Selasa Malam, saya pulang.

Tips :

1. Seperti biasa, cari informasi sebanyak banyaknya dan minta doa kepada orang terdekat.

2. untuk menikmati wisata di luar Kota Bandung, kita lebih baik menyewa kendaraan roda empat, lebih hemat loh.. syaratnya juga gampang.

3. Ke tangkuban Perahu, jika ingin menikmati kawah Domas, lebih baik turun melalui jalur aspal. hingga bertemu pintu gerbang kawah domas.

4. Kawah Putih, kawah ini mengandung belerang pekat. bawalah masker agar tidak terlalu banyak menghirup asap belerang.

5. Bandung adalah kota hujan, bawalah jaket dan payung.

6. ikuti aturan adat sekitar, jaga kelestarian alam,

7. gunakan Bus malam jika ingin tiba di Bandung lebih cepat.

Semoga Bermanfaat.. Setiap perjalanan, selalu ada cerita baru didalamnya.

Biaya - Biaya* :
Travel = IDR 40.000
Ferry = IDR 10.000
Bus Merak - Bandung = IDR 55.000
Sewa Mobil (karimun) = IDR 150.000 / 12 Jam.

*harga saat keberangkatan saya, bisa berubah sewaktu waktu.

NB : ini hasil perjalanan saya, just for share.. Foto foto adalah hasil bidikan kamera saya kecuali jalur bakauheni.

Saturday, August 28, 2010

Some Place That I Must Visit Before I Die..

Buset.. serem amat judulnya.. hahaha..
ya, begitulah kira kira.. ada beberapa tempat impian gw yang masih belum gw kunjungi sampai hari ini. kesibukan sehari hari menyita waktu cukup banyak hingga gw gak ada kesempatan untuk jalan jalan lagi, namanya juga nyari duit sambil kuliah.. dan gw harus mengorbankan sebagian hobi gw, Jalan jalan. oh iya, tempat tempat itu adalah....

Gunung Bromo..
dah lama pengen kesini tapi gak jadi jadi.. dulu awal januari waktu trip ke Bali bareng temen2 rencananya mo mampir bentar disini, eh ternyata rencana hanya tinggal rencana. ahahaha.. dah sampe Malang malah kehabisan duit.. eh terpaksa langsung ke Surabaya
oke.. The Second place is...

Bunaken
Yap!! Bunaken di Sulawesi Utara, dengan keindahan alam bawah lautnya yang wuih.. katanya sih keren abis, belum denger ada temen2 yang pernah trip kesana..
tempat ketiga adalah..


Grasberg gold mine
Pengen banget kesana, ke Papua, ke tambang emas PT. Freeport.. pas iseng2 liat daratan Papua dari Google Map, ada satu titik yang dari kejauhan menyita perhatian mata, dan ternyata itu tambang emas!! besaaaar sekali.. lokasinya di dekat puncak Jaya Wijaya.. sekalian mau lihat dampak yang terjadi disekitar lokasi penambangan.
yang keempat...

Danau lumpur Lapindo
Waktu di Sidoarjo ngeliat tumpukan tanah tinggi mirip pagar yang gak ada ujungnya.. eh pas nanya nanya ma orang sekitar rupanya itu tanggul Sidoarjo yang terkenal itu. sayang sekali, saat itu sedang dalam kereta api ekonomi (Solo-Surabaya-Banyuwangi) jadi cuma bisa liat tanggul aja.. tapi lumayan sedikit menghilangkan penasaran.
sebenarnya masih banyak tepat yang pengen banget gw kunjungi... ntar kalo inget di apdet lagi..

Nb : Foto2 hasil brosing tuh, tapi lupa dimana aja ngambilnya.

Sunday, February 21, 2010

Surga Tersembunyi (Teluk Kiluan)

Kali ini tim terdiri dari 10 orang dengan tujuan Teluk Kiluan yang berada di Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, Lampung.

Siang hari (19 Februari 2010) pukul 14.00 tim yang sama sekali tidak tahu lokasi berangkat dari base camp ALBARO, dengan modal nekat dan keinginan kuat untuk membuktikan keindahan Teluk Kiluan.
Informasi yang didapat bahwa ada jalan yang terputus akibat longsoran banjir bandang di daerah Padang Cermin, berdasarkan info itu maka kami beralih menggunakan jalur yang berbeda yaitu jalur Kota Agung (80KM dari Bandar Lampung + 60 KM ke Kiluan). Selama perjalanan ke Kota Agung, rintangan masih cukup mudah di lewati, hanya banjir dan hujan.

Pukul 17.00 kami pun tiba, dengan waktu tempuh selama 3 jam (1 jam untuk berhenti).

Salah satu Jalan di Kota Agung

Hujan turun sangat deras sekali, tepat diatas bukit dengan jalan yang berliku (dari bukit ini bisa terlihat pantai). demi keselamatan kami memutuskan untuk berhenti di dekat Pos Polisi sekaligus nanya nanya dan ternyata kami mendapat kabar yang mengecewakan, kami dinyatakan NYASAR hahahaha... katanya jalur teraman adalah lewat kedondong atau lewat padang cermin, memang bisa kesana melalui Kota Agung, tapi melewati hutan habitat yang sepi gelap dan jalan rusak.
Kami pun kembali membahas apakah akan terus melanjutkan perjalanan, Pukul 18.00 diputuskan untuk kembali ke Bandarlampung dan setibanya di Teminal Kemiling pada pukul 19.30 (ngebut) kami kembali voting apakah menyerah atau terus melanjutkan perjalanan. dan keputusan yang didapat adalah teruuuussss..
Perjalanan dimulai dari awal lagi, Start pukul 19.45 dengan rute Padang cermin, Punduh pidada. Kami kembali mencari informasi jarak tempuh ke Teluk kiluan dan kata teman teman yang pernah kesana kurang lebih 3 jam perjalanan. dengan spekulasi bakal sampe jam 11 malam. Didesa padang cermin ternyata digunakan untuk latihan militer gabungan, banyk pos pos TNI bersebaran, Tank Tank, dan kendaraan militer disana sini seperti dalam keadaan perang.


Jalan yang terputus akibat banjir bandang di Padang cermin ternyata sudah bisa dilalui. Setelah melewati Pos terakhir TNI angkatan Laut, jalan mulai gelap, rusak, menanjak dan basah. Pukul 11 malam kami dihadang oleh pintu gerbang berupa jalur tanah merah menanjak (dengan sisi kanan jurang kedalaman kurang lebih 200 meter dan jalan sedikit tergerus air hujan) jalan ini sejauh 3-4 KM keadaan gelap dan ditengah hutan, setelah tantangan jalur tanah merah, kami dihadang oleh turunan jalan batu becek berlumpur sperti track off road (1,5KM) dengan jurang disebelah kiri jalan masih dalam keadaan hujan gelap dan ditengah hutan, pintu gerbang terakhir adalah dua sungai tanpa jembatan dengan cekungan kurang lebih 1 meter, kedalaman 1/4 - 1/2 meter masih dalam keadaan hujan dan gelap.
Jika sudah melewati 3 pintu gerbang tadi berarti kita telah samapi di teluk Kiluan. track terakhir yaitu jalan setapak di pesisir pantai. Pukul 12 malam kami tiba di salah satu rumah warga, Pak Amin pengelola Ekowisaata Teluk Kiluan 081379087598 dan menumpang istirahat.
 

Keindahan Kiluan sulit dijelaskan dengan kata kata, mungkin beberapa gambar ini bisa sedikit menggambarkan keindahan sesungguhnya.

Jukung, Perahu Khas Masyarakat Kiluan

sudut favorite saya

Didepan Rumah Pak Amin, salah satu tempat pelestarian penyu hijau.

Perahu Nelayan (jukung), pagi hari pukul 6 perjalanan 15 menit ke tengah laut dengan perahu ini kita bisa lihat lumba lumba berenang mendekati perahu
 
Air yang jernih cocok untuk snorkling. Jadi, lestarikan terumbu karang 

Mobil dilarang lewat sini
Pos Ronda, kentongan yang unik

Batu Karang di Pantai Pasir putih
Menuju Pulau
Pemandangan di pulau, ombaknya bisa sampai 2 meter

Dari atas sini turun dengan jalan batu, becek, berlumpur dengan sisi kiri jurang, pintu gerbang ke dua untuk masuk ke Teluk kiluan

Capek, Istirahat. Track offroad menanjak.

sawah, jalur menuju pantai pasir putih

Teluk Kiluan, Dari sini terlihat matahari terbenam.



Pak Amin (tengah pake peci)
Tips :
1. Seperti biasa, cari informasi sebanyak banyaknya dan minta doa kepada orang terdekat.
2. Bagi pemula jangan menggunakan Mobil, karena jalur yang kami lalui (tanggal 19 Februari 2010) sulit untuk dilewati, kecuali sopir berpengalaman.
3. Berangkatlah siang hari.
4. Tidak ada sinyal Ponsel kecuali kartu AS.
5. Bawalah kamera dengan batre biasa, tidak ada listrik masuk, hanya mengandalkan tenaga surya.
6. Jangan lupa peralatan snorkling, pantainya bagus!!
7. Bawa senter, peralatan P3K, minyak angin, sweater atau jaket.
semoga bermanfaat.

UPDATE 28 Agustus 2010
Teman2 Albaro baru2 ini ke teluk kiluan lagi, dan kata mereka jalur yang ada sudah diperbaiki. tidak ada lagi jalan rusak dan jembatan yang putus.
UPDATE 18 September 2011
Thanks to denBagus_roni yang sudah ngasih update tentang Teluk Kiluan. Plus Jalurnya, Plus Tips tipsnya..

skadar untuk info tambahan saja
pantai teluk kiluan semakin mudah untuk dicapai, pastinya via-padangcermin n punduh pedada..
- dari bandar lampung/teluk betung arah ke padangcermin dg jarak tempuh 36 km memakan waktu 45-60 menit, kondisi jalan relatif baik..hingga di titik km 0 tepatnya persimpangan AL, arah kekanan mnuju kedondong dan kekiri mnuju ke pangkalan AL/ bumi marinir/punduh pedada..kita ambil arah kekiri..
- dari padangcermin sampai pasar bawang-punduh pedada berjarak kira2 25 km memakan waktu 30-45 menit, kondisi jalan mulai bervariasi dgn dominasi jln rusak parah 20%, rusak sedang 40%, rusak ringan 20%, bagus 20%..
- pada persimpangan jalan di pasar bawang, jalur kekanan yang akan mengantarkan kita ke pantai kiluan dgn jarak tempuh kira2 3 km, kondisi jalan cukup baik dgn aspal lapen, sebagian msih blm diaspal tp sudah dikeraskan..
- pada persimpangan terakhir, jalur lurus menanjak akan mengantarkan kita ke kelumbayan induk, ambillah jalur kekiri yg langsung mnurun tajam krn inilah jalur ke teluk kiluan..kondisi jalan cor beton kemiringn ckup terjal, prlu hati2 dn perlahan saja krn roda kndaraan akan mudah trgelincir lntaran kondisi jalan cor yg sudah mulai mngelupas trgerus air..hanya skitar 2km prjalanan kita sdh sampai di pantai kiluan..

tips:
- smua jenis kendaraan sdh bisa sampai ke teluk kiluan, tapi sangat tdk diajurkan untuk jenis sedan..
- harus sangat berhati-hati untuk kndaraan yang jarak body dg aspal ckup rndah krn akan sangan beresiko 'kepentok' terlebih apabila musim hujan dimana pada titik2 trtentu kndisi jln sangat parah dg lubang2 bagaikan kubangan yg akan menipu pandangan..
- bawalah peralatan dn logistik yg cukup, krn jarak yg ckup jauh dr pusat kota mnyebabkn selisih harga cukup lumayan jauh..
- arahan tadi sdh ckup jelas krn smua simpangan pada posisi 'mentok'..tapi klo msih ada kraguan, tdk ada salahnya untuk bertanya, krn malu bertanya sesat dijln..
- kalau msih kurang jelas dn perlu info lbih jauh dn detail..call 081368832319 aja...ane siap bantu gan...



Hubungi ERWAN FIRDAUS sales Daihatsu Lampung 082182138998 untuk informasi harga mobil Daihatsu Grand Xenia, Ayla, Sirion, Sigra, Gran Max, Hi Max Lampung, simulasi kredit serta promo dan diskon Daihatsu Lampung.


Saturday, January 30, 2010

Bali

Tim kami terdiri dari empat orang, Saya, David, Rudi dan Rudy. Start dimulai tanggal 22 Januari 2010 Jam 7 WIB dan berakhir 30 Januari 2010.

Perjalanan diawali dengan travel ke Bakauheni (IDR 30.000), kemudian kapal Ferry (IDR 10.000), trus naek Bus dari Merak tujuan Solo (IDR 100.000), dari Solo kami melanjutkan perjalanan dengan Kereta Api Ekonomi tujuan Banyuwangi via Surabaya (35.000), gak perlu naek kendaraan lagi cukup jalan kaki saja ke pelabuhan Ketapang dan nyeberang ke Gilimanuk (IDR 5.700) jangan lupa KTP yang masih berlaku karena ada pemeriksaan identitas, dari Gilimanuk ikut bus ke Denpasar (IDR 30.000). Total biaya RP. 210.700 (belum termasuk makan) dengan Plan D.

Biaya Penginapan satu malam rata rata IDR 125.000 untuk 2 orang (daerah Kute) atau IDR 100.000 hingga IDR 400.000 (Denpasar) fasilitas standar plus sarapan, sewa motor IDR 50.000 (24 Jam dengan jaminan KTP). Jangan takut nyasar di Bali, karena penunjuk arah sangat lengkap!

Tips :
Cari Informasi sebanyak banyaknya.
Siapkan Plan A, B, C dan D karena jam keberangkatan kadang tidak sesuai jadwal.
Bawa Obat obatan.
Prosedur standar : Jaga barang masing masing.
Jika belanja oleh oleh, tawarlah 1/3 dari harga.
Buat yang muslim, jangan takut!! banyak kok makanan Halal (masakan padang, atau warung makan berlabel halal) dengan harga antara 5.000 hingga 15.000. cari aja di daerah Joger.
Ingat nama tempat kita menginap! jika nyasar akan mudah dicari.
Jangan lupa catat nomor nomor penting!
Press Ban!! bukan Tambal Ban!
Siap peta atau Hand phone dengan aplikasi Google Map bermanfaat loh!!.
Musim libur tiap daerah berbeda!! cari informasi tiap daerah yang dilewati, karena berpengaruh pada ongkos dan penginapan.
Selalu memberi informasi kepada orang terdekat dimana posisi kita berada.
Jaga sopan santun.
Minta do'a dari orang tua.

Jika naik kendaraan umum seperti Bus, ketika masuk Bali, bus akan berhenti di Terminal Ubung Denpasar, kalo mau ke Kuta naik aja kendaraan umum angkot warna biru (IDR 5.000/org) trus sampai di terminal (saya lupa) nyambung lagi angkot (IDr 5.ooo) ke Kuta.
Atau kalo mau santai, bisa sewa Taksi ke Kuta (IDR 60.000 tanpa Argo alias borongan atau sesuai tawar menawar).


Semoga bermanfaat.
Kalo Mau, Pasti bisa.



Stasiun kereta ekonomi Solo Jebres


Kereta Ekonomi

Musium Perjuangan rakyat Bali
Pintu Gerbang tanah Lot

Garuda Wisnu Kencana







 
Blogger Templates